10.28.2009

Warga Kaltim Sambut Hangat Brima Sanusie Pepito

SOSOK striker asing Persema, Brima Sanusie Pepito masih membekas pada publik bola Kaltim setelah dua kali bertanding di Stadion Palaran Samarinda. Nama pemain asing asal Sierra Leone Afrika ini bahkan selalu disebut-sebut publik bola setempat. Mengapa?
Malahan banyak suporter tuan rumah yang masih berebut foto dan tanda tangan seusai pertandingan Persema melawan Persisam, Kamis (22/10) lalu. Kondisi Super Liga itu masih sama dengan situasi yang dialami pemain nomor punggung 99 seusai final, Mei lalu.
‘’Mereka banyak minta berfoto dengan saya. Permintaan tersebut saya layani dengan senang hati,’’ papar pemain yang bergabung dengan Persema sejak pertengahan musim 2008-2009 ini.
Nama Pepito cukup dikenal bagi publik bola Kaltim, utamanya Samarinda. Itu karena dia pernah bergabung dengan Persiba Balikpapan dan tim tersebut menggunakan Stadion Segiri Samarinda selama putaran pertama Super Liga 2008-2009 lalu.
Sambutan warga Samarinda yang cukup hangat tersebut selalu memberikan kesan kepadanya ketika bermain di Samarinda. Sayangnya, dia tidak mampu menyumbang gol hingga Persema selalu kandas atas tuan rumah ketika bermain di Samarinda.
Ketika bertemu dengan Persisam dalam Super Liga, dia sebenarnya memiliki banyak peluang untuk menciptakan gol. Sayangnya, peluang-peluang tersebut belum mampu menjebol gawang tim dengan kostum kebesaran orange-orange itu.
Sementara itu beberapa pemain Persema lain tidak lupa membawa oleh-oleh khas asal Samarinda selama tur. Oleh-oleh tersebut misalnya snack Amplang, Sarung Samarinda atau Mandau. Mereka sebenarnya juga menginginkan oleh-oleh khas Bontang. Namun oleh-olah asal kota tersebut sangat minim untuk bisa dibawa ke Malang. ‘’Kami sempat putar-putar di Kota Bontang, tetapi tidak ada oleh-oleh khas. Di Bontang, terasi itu paling banyak,’’ ungkap Rossi Gutawan, salah satu pemain yang ikut tur Samarinda dan Bontang ini. (Malang Post)


0 komentar:

 
© free template by Blogspot tutorial